Kamis, 20 Juni 2024

Begini Aroma Wewangian Balsem Mayat Mesir Kuno yang Ada di Museum Denmark

Jumat, 8 September 2023 8:40

POTRET - Penemuan ini juga mencakup makam dua imam yang berasal dari abad ke-24 dan ke-14 SM. Makam pertama milik Ne Hesut Ba, yang bertugas sebagai kepala penulis dan imam dewa Horus dan Maat pada dinasti kelima. (AP Photo/Amr Nabil)

IDENESIA.CO -  Penelitian yang dipimpin oleh Barbara Huber dari MPI Geoantropologi menyatakan aroma wewangian balsem mayat pada Mesir Kuno ternyata mempunyai ciri sendiri.

Aroma ini kemudian dimunculkan kembali melalui inovasi pada zaman ini.

Dalam upaya inovatif untuk menciptakan jembatan sensorik ke masa lalu, tim peneliti menciptakan kembali salah satu aroma yang digunakan dalam mumifikasi seorang wanita penting Mesir lebih dari 3.500 tahun yang lalu, sebagaimana dikutip dari Phys.org.

Aroma kuno yang disebut "aroma keabadian" ini akan disajikan di Museum Moesgaard di Denmark dalam pameran. Pameran ini akan menawarkan pengunjung pengalaman sensorik yang unik dengan mencoba langsung bau zaman kuno dan pengetahuan tentang proses mumifikasi Mesir kuno.

Aroma Wewangian Kuno Berasal dari Bahan Apa?

Tim penelitian menggunakan zat mumifikasi yang digunakan untuk membalsem wanita bangsawan Senetnay dari dinasti ke-18 yaitu sekitar 1450 SM. Penelitian ini telah dipublikasikan di Scientific Reports.

Dalam hal ini peneliti menggunakan teknik canggih untuk menganalisis zat aroma dengan kromatografi gas, kromatografi gas suhu tinggi, dan kromatografi cair.

"Kami menganalisis residu dua toples kanopi balsem dari mumifikasi Senetnay yang ditemukan lebih dari seabad yang lalu oleh Howard Carter dari Makam KV42 di Lembah Para Raja," jelas Huber.

Halaman 
Tag berita:
IDEhabitat